Selasa, 18 Oktober 2011

Zona Aman (pt.2) ; The Super Human

Oke fren, postingan ini adalah penjelasan dari postingan sebelumnya..
Zona aman?
Dari cerita yang saya posting sebelumnya, kita tahu bahwa si R pada akhirnya mati di dalam gua yang dingin dan lembab sendirian sementara kedua temannya yang berani mengambil risiko berhasil keluar dari gua dan selamat.

Sebenarnya yang ingin saya bahas di postingan ini adalah keberanian.
Yea, our courage. Keberanian untuk keluar dari segala kenyamanan dan keamanan tempat kita berada. Otak dan potensi manusia ibarat pisau. Pisau, apabila kita letakkan dan biarkan begitu saja lama kelamaan akan berkarat. Berbeda jika pisau tersebut kita terus gunakan.
Potensi, dan kemanusiaan kita akan dipertanyakan jika kita terus menerus tidak memulai untuk menantang diri sendiri. Rasul bersabda kepada umat muslim untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Cina. Beliau menantang kita, sebagai manusia, untuk terus improving kemampuan kita.

Al-Ghazali sempat juga menciptakan syair berisikan ajakan kepada manusia untuk merantau, mencari ilmu, dan bekerjakeras. (syairnya ada di novel Negeri 5 Menara)
Zona Aman kita tidaklah stagnan sebenarnya. Setiap hari selalu ada zona aman baru, dan selalu ada tantangan baru untuk dihadapi. Namun, terkadang kita terlalu takut untuk mengambil risiko, atau terlalu malas untuk memulai langkah pertama. Ingatkah saat kemalasan tiba-tiba menyerang saat kita baru saja menghadap ke meja belajar? Saat menganggur kita adalah zona aman ternyaman. Betul, kan?
But, let's try to break the wall. We're human. We have unlimited potention. The only thing which make us become limited is TIME.
Yea, waktu yang terus berjalan terus menawarkan tantangan dan kesempatan baru. Terkadang kita tidak menyadari, bahwa dibalik risiko yang ada pada setiap tantangan, selalu ada reward yang setimpal atau bahkan lebih.
Bagaimana cara kita memulai untuk meninggalkan zona aman ? Here are my three powerpush:
1. Bulatkan tekad
2. Bulatkan tangan, pukul diri sendiri (it works)
3. Bulatkan keyakinan bahwa ketidaknyamanan kita pasti akan terbayar

Maaf kalau postingan ini agak berantakan. Hahaha
Pesan saya, tinggalkan zona aman, buka tantangan baru.
Selamat Berkembang Manusia Super !

Bandung, 18 Oktober 2011

Minggu, 09 Oktober 2011

Zona Aman (pt.1)


Terdapat tiga orang yang terjebak di dalam gua, si A, si B, dan si R. Kenapa bukan C? Hahaha. Simple, gua ga suka nilai C.. Oke jadi si ABR ini ceritanya kesasar, dan stuck di dalam perut bumi. Perbekalan mereka hanya bertahan untuk satu hari. Selebihnya, silakan tebak sendiri.
Mereka terjebak di tepi sungai gua yang sangat deras berlebar sekitar 100 meter, dengan tidak ada jalan keluar kecuali lorong yang tertimbun batu besar, dan dinding gua yang licin, dengan tinggi sekitar 70 meter. Dalam keputus-asaan, mengeluhlah si R,
            “Bro, ga mungkin kita bisa keluar dari sini kecuali ada Tim SAR dari atas sana. Kita lebih baik di sini, menunggu pertolongan datang.”
            A dan B terdiam. Mereka yang tidak sepaham dengan R sedang memikirkan cara untuk keluar dari gua itu.
            A dengan tegas berkata, “Sorry R, B, gua ga bisa terus-terusan gini. Gua mau berenang ke seberang sungai gua ini. Masa bodoh di seberang ada jalan keluar atau nggak”
            “Sorry juga nih R, gua nggak mau nunggu tim SAR yang nggak tau bisa nemu kita atau nggak. Guam au panjat tuh tebing.” Si B menimpali.
            “Oh, oke.. Terserah kalian, gua yakin tim SAR pasti nemuin kita disini. Lagipula kita bisa ngehemat perbekalan sampe besok malam kan? Gua bakalan stay disini.” Kata R.
            Dengan berat hati, A dan B meninggalkan si R dengan menyisihkan 1/3 bekal mereka untuknya. Dan bertaruhlah mereka pada deras aliran sungai dan curam tebing gua.
            A dengan susah mencapai seberang sungai. Dia berenang sambil membawa tas dan perlengkapan lainnya. Sempat juga dia terseret arus sungai. Di seberang, dia kembali menyusuri lorong gua. Still looking for hope.
            B yang telah mencapai atas tebing dengan berdarah-darah dan setengah mati menemukan harapan baru. Ada hembusan angin dari salah satu lorong di atas sana. Dan pergilah dia ke dalam lorong itu.
            Duabelas jam berlalu, A dan B akhirnya dapat keluar dari gua. Mereka keluar dalam jangka waktu yang hampir sama. Setelah membenahi diri, pergilah mereka ke korps SAR terdekat. Mereka menjelaskan keadaan teman mereka, R, yang masih terjebak di dalam gua.
            Dua hari berlalu semenjak A dan B keluar dari gua. Tim SAR masih kesuliltan untuk mencapai posisi R. A dan B terlihat panik. Perbekalan yang mereka berikan kepada R mungkin sudah hampir habis kini.
            Seminggu berlalu. Tim SAR berhasil mencapai posisi R. Ya, R terselamatkan, namun hanya tubuhnya. Dia telah meninggal tepat sehari sebelum tim SAR mencapai tempat dia bertahan. R meninggal karena kelaparan, dan kedinginan. Dia telah salah mengambil keputusan seminggu yang lalu.
            A dan B hanya bisa menyesali, dan bersyukur untuk alasan yang berbeda.
            -------------------------

Bandung, 9 Oktober 2011

Sabtu, 01 Oktober 2011