Sabtu, 25 Agustus 2012

Romantika Bandung (Part 1)



Masa kecilku? Nothing special. Dua belas tahun aku besar bersama orang tua di rumah-rumah kompeni. Rumah belanda. Aku terbiasa dengan atap-atap rumah belanda yang tinggi, ruangan-ruangan yang besar, jendela yang juga besar, dan ubin pucat yang pasti bukan keramik.



Sejak kecil aku belum pernah tinggal di kota besar. Kota terbesar yang pernah aku tinggali hingga sebelum kuliah adalah Purwokerto, sebuah kota di Jawa Tengah yang dimana McD aja nggak ada.


Aku selalu tertarik akan kota-kota besar. Bandung, Jogja, Semarang tetapi tak pernah tertarik oleh Jakarta. Entah kenapa, aku di masa kecil bahkan tidak memiliki rasa penasaran akan ibukota ini. Sentra interestku terdapat di Bandung. Dalam imajinasiku, Bandung adalah kota shopping, kota yang hijau, tidak jauh berbeda kelas masyarakatnya dengan Cirebon, dan tidak se-metropolitan Jakarta.


Hingga lulus SD, seingatku hanya sekali aku pernah berkunjung ke Bandung. Semua orang pasti paham, bahwa kesan pertama akan langsung terukir di jiwa. Kesan yang kudapatkan adalah Bandung itu kota tujuan wisata, banyak obyek wisatanya, ramai, friendly, sangat menggugah rasa keingintahuan. Perjalanannya—Sumedang, Kadipaten, Tomo, Cadas Pangeran—sangat memorable, dan trip ini sangat erat kaitannya dengan lagu-lagu Ebiet bagiku, entah karena apa, yang jelas lagu-lagu Ebiet membangkitkan memori ini : Hujan, dalam mobil. Aku liat keluar melalui jendela. Aku liat keluar, semua basah, sangat mendung dan sangat tidak bersahabat hari itu.


Rentang enam tahun berikutnya, aku selalu bersemangat kalau diajak ke Bandung. Saat menjelang lebaran, biasanya aku dan ibuku menjemput kakak-kakakku yang kuliah di Unpad. Walau hanya one day trip, entah kenapa kata “Bandung” menjadi suntikan hasrat tersendiri. Tak banyak yang dilakukan saat di Bandung. Paling-paling kami belanja di BIP, cari diskonan.


Sejak SMP, Bandung sudah menjadi tujuan aku kuliah, entah itu di ITB atau Unpad. Yang jelas aku mau di Bandung. Lagi-lagi imajinasiku memberi candu bahwa Bandung itu surganya Jawa. All you can dream, you can get it here. Mall banyak, deket gunung, dan yang jadi dalah satu daya tarik utama yaitu : Mojang Bandung garareulis. Yap, dulu mataku sering berkeliaran. Bahkan, gerombolan mafia kelas saat aku keals VIII pun banyak yang kongkalikong nggak mengikuti study tour ke Bali, demi Bandung. Dan study tour SMPku pun tidak memiliki banyak sunset dan sunrise dan pantai berpasir dan debur ombak. Hanya Cihampelas, Museum Geologi, Tangkuban Perahu, dan Dufan dkk. Bodohnya, saat yang lain belanja jeans dsb di Cihampelas, aku malah main game online di mall setempat. Wtf.


Di SMA, aku punya crush, buat yang nggak tau crush, please jangan google-translating dengan ngetik “crash”, itu beda. My crush is my classmate, kisah klasik SMA, semua pasti paham. Track recordku ke dia? Dua tahun ngejar nggak sampe-sampe. Motivasiku untuk lanjut kuliah di Bandung makin kuat saat aku tau kalau doi, doi, emang berencana lanjut ke ITB, Bandung.


Yaaa makinlah aku gencar makan soal 1001, demi Bandung, demi doi. Apa yang ada dalam imajinasiku? Imajiku berkata bahwa someday aku dan dia bakal motoran keliling Bandung, malem-malem, menelan ke-klasikan dan ke-modern-an paris van java.


Kamarku sewaktu SMA di Purwokerto terletak di lantai dua. Pada awalnya itu kamar emang mau dibikin loteng. Setelah nego, jadilah eks-loteng itu kamar perjuanganku. Di kamar itu aku tulis kampus idamanku di kertas, lalu aku pasang di dinding. Biar kapanpun aku masuk kamar, atau mau tidur, tulisan itu bisa diliat, bisa jadi suntikan semangat, bisa jadi proyektor imaji Bandung romantisku bareng doi.


Ya, sorry for mentioning. Memang nama dia yang sering jadi booster semangatku.
(bersambung ke Part 2)


8 komentar:

  1. kek nya tau deh itu si doi #soktaulebihtepatnya
    dulu hebat juga ya angkatan kita wisata dua tempat, haha
    keep posting :)

    BalasHapus
  2. so jadi si doi nggak di Bandung bar?

    BalasHapus
  3. keren! haha
    motivasi dari orang yg kita suka emang efeknya superb (y)

    ditunggu lanjutannya :D

    BalasHapus