Masa
kecilku? Nothing special. Dua belas tahun aku besar bersama orang tua di rumah-rumah
kompeni. Rumah belanda. Aku terbiasa
dengan atap-atap rumah belanda yang tinggi, ruangan-ruangan yang besar, jendela
yang juga besar, dan ubin pucat yang pasti bukan keramik.
Sejak kecil aku belum pernah tinggal di kota besar. Kota terbesar yang pernah aku tinggali hingga sebelum kuliah adalah Purwokerto, sebuah kota di Jawa Tengah yang dimana McD aja nggak ada.
Aku selalu tertarik akan kota-kota besar.
Bandung, Jogja, Semarang tetapi tak pernah tertarik oleh Jakarta. Entah kenapa,
aku di masa kecil bahkan tidak memiliki rasa penasaran akan ibukota ini. Sentra
interestku terdapat di Bandung. Dalam imajinasiku, Bandung adalah kota
shopping, kota yang hijau, tidak jauh berbeda kelas masyarakatnya dengan
Cirebon, dan tidak se-metropolitan Jakarta.
Hingga lulus SD, seingatku hanya sekali aku
pernah berkunjung ke Bandung. Semua orang pasti paham, bahwa kesan pertama akan
langsung terukir di jiwa. Kesan yang kudapatkan adalah Bandung itu kota tujuan
wisata, banyak obyek wisatanya, ramai, friendly, sangat menggugah rasa
keingintahuan. Perjalanannya—Sumedang, Kadipaten, Tomo, Cadas Pangeran—sangat memorable,
dan trip ini sangat erat kaitannya dengan lagu-lagu Ebiet bagiku, entah karena
apa, yang jelas lagu-lagu Ebiet membangkitkan memori ini : Hujan, dalam mobil.
Aku liat keluar melalui jendela. Aku liat keluar, semua basah, sangat mendung
dan sangat tidak bersahabat hari itu.
Rentang enam tahun berikutnya, aku selalu
bersemangat kalau diajak ke Bandung. Saat menjelang lebaran, biasanya aku dan
ibuku menjemput kakak-kakakku yang kuliah di Unpad. Walau hanya one day trip,
entah kenapa kata “Bandung” menjadi suntikan hasrat tersendiri. Tak banyak yang
dilakukan saat di Bandung. Paling-paling kami belanja di BIP, cari diskonan.
Sejak SMP, Bandung sudah menjadi tujuan aku
kuliah, entah itu di ITB atau Unpad. Yang jelas aku mau di Bandung. Lagi-lagi
imajinasiku memberi candu bahwa Bandung itu surganya Jawa. All you can dream, you can get it here. Mall banyak, deket gunung,
dan yang jadi dalah satu daya tarik utama yaitu : Mojang Bandung garareulis.
Yap, dulu mataku sering berkeliaran. Bahkan, gerombolan mafia kelas saat aku
keals VIII pun banyak yang kongkalikong
nggak mengikuti study tour ke Bali, demi Bandung. Dan study tour SMPku
pun tidak memiliki banyak sunset dan sunrise dan pantai berpasir dan debur
ombak. Hanya Cihampelas, Museum Geologi, Tangkuban Perahu, dan Dufan dkk.
Bodohnya, saat yang lain belanja jeans dsb di Cihampelas, aku malah main game
online di mall setempat. Wtf.
Di SMA, aku punya crush, buat yang nggak tau crush, please jangan google-translating
dengan ngetik “crash”, itu beda. My crush
is my classmate, kisah klasik SMA, semua pasti paham. Track recordku ke
dia? Dua tahun ngejar nggak sampe-sampe. Motivasiku untuk lanjut kuliah di
Bandung makin kuat saat aku tau kalau doi,
doi, emang berencana lanjut ke
ITB, Bandung.
Yaaa makinlah aku gencar makan soal 1001, demi
Bandung, demi doi. Apa yang ada dalam imajinasiku? Imajiku berkata bahwa someday aku dan dia bakal motoran
keliling Bandung, malem-malem, menelan ke-klasikan dan ke-modern-an paris van java.
Kamarku sewaktu SMA di Purwokerto terletak di
lantai dua. Pada awalnya itu kamar emang mau dibikin loteng. Setelah nego,
jadilah eks-loteng itu kamar perjuanganku. Di kamar itu aku tulis kampus
idamanku di kertas, lalu aku pasang di dinding. Biar kapanpun aku masuk kamar,
atau mau tidur, tulisan itu bisa diliat, bisa jadi suntikan semangat, bisa jadi
proyektor imaji Bandung romantisku bareng doi.
Ya, sorry for mentioning. Memang nama
dia yang sering jadi booster semangatku.
(bersambung ke Part 2)


kek nya tau deh itu si doi #soktaulebihtepatnya
BalasHapusdulu hebat juga ya angkatan kita wisata dua tempat, haha
keep posting :)
so jadi si doi nggak di Bandung bar?
BalasHapusdia nggak di Bandung qin..
BalasHapuslanjutkan maas hehehe ditunggu :D
BalasHapuskeren! haha
BalasHapusmotivasi dari orang yg kita suka emang efeknya superb (y)
ditunggu lanjutannya :D
wow akbar wow
BalasHapusEAAKKKKK
BalasHapusakbaar haha
BalasHapus